Hari-hari ini saya lagi senang melafalkan kembali tiga mahfuzat, sebuah pepatah Arab (atau mana ya?) yang saya pelajari pertama kali waktu nyantri di Gontor. Ketiga Mahfuzat itu berbunyi: "Man Jadda Wajada", "Man Shabaro Dhofiro", dan "Man Saaro 'Aladdarbi Washala". Kurang lebih artinya: "Barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan", "Barang Siapa yang Bersabar, Maka ia akan Mendapatkan (Sukses), dan "Barang siapa yang berjalan pada jalannya, maka ia akan sampai (done, juga dalam bahasa Inggris).
Saya sekarang ini lagi getol membicarakan tentang "The Power of Word" sebagai bahan untuk motivasi. Para ahli motivasi di Indonesia selalu mempunyai semacam "key word" tertentu untuk membangkitkan motivasi diri sendiri dan orang lain. Andrie Wongso contohnya, punya kata sakti "Success is My Right" yang menjadi darah daging yang menginternal dalam dirinya, yang itu kemudian ditularkan kepada orang lain.
Ijinkan saya untuk memakai TIGA FORMULA SUKSES ala Mahfuzat tersebut untuk saya kembangkan dalam beberapa pelatihan motivasi saya ke depan. Pertama, adalah filosofi tentang KERJA KERAS. Sangat menarik apa yang dikembangkan oleh TUKUL (Empat Mata), yang mengedepankan "Kristalisasi Keringat" menjadi sebuah konsep wajib bagi orang sukses. Di dunia ini, hampir tidak ada orang yang sukses tanpa melalui kerja keras.
Bagi saya, definisi kerja keras itu sederhana. Jika orang lain membaca satu jam setiap hari, maka saya harus membaca dua jam setiap hari. Jika orang lain bekerja selama 8 jam sehari, maka saya harus bekerja 10 jam setiap hari. Intinya, jangan pernah menjadi orang yang biasa-biasa saja dalam bekerja. Man Jadda Wajada menginspirasikan konsep TOTALITAS, yang dalam bahasa Hermawan Kertajaya disebut sebagai "Sleep, Eat, Dream with Marketing".
Karena itu, pertanyaannya kemudian adalah "What Are You Dealing With?". Apa sih yang Anda sukai? Apakah Anda merasa enjoy dan senang dengan apa yang Anda kerjakan sekarang? Jika Anda merasa tidak senang ataupun tidak enjoy dengan apa yang Anda kerjakan sekarang, mungkin sudah saatnya untuk memikirkan "keluar", dan mencari pekerjaan yang Anda sukai. Karena Anda boleh jadi akan sukses, tapi jika tidak dibarengi dengan kesenangan, maka sukses Anda menjadi hampa.
Untuk bisa mengetahui saya senang atau tidak dengan pekerjaan saya, Stephen Covey menyebut agar kita "Begin with the end in mind", yang kurang lebih artinya "mulailah dari akhir". Ini mengenai nilai-nilai: "apa yang berguna bagi Anda dalam hidup". Hal ini mungkin menjawab mengapa seseorang itu ingin menjadi kyai, orang lain ingin menjadi politisi, sementara yang lain lagi ingin menjadi pengusaha, dosen, dan lain sebagainya. Jawabannya: "karena nilai-nilai yang dianut setiap orang berbeda".
Maka itu, konsep orang sukses menurut Gontor sebagai "orang yang mau mengajar, jadi kyai, walaupun di tempat terpencil, tanpa listrik sekalipun", bagi saya adalah dalam konteks nilai seperti ini. Ketika kita mempunyai manfaat bagi orang lain, di situlah kita ada.
Nilai-nilai yang ada dalam diri kita, akan menjadi acuan kita ini mau menjadi apa di masa mendatang. Itulah yang kemudian disebut sebagai VISI. Namun demikian, agar membumi, VISI ini kemudian perlu dijabarkan dalam berbagai tujuan dan target yang lebih terukur. Target yang terukur inilah, yang disebut "ad-darb", "jalan " dalam mahfuzat "Man Saara 'Aladdarbi Washala" di atas.
Kata-kata "Saara" dalam khazanah manajemen biasanya menyangkut TIGA HAL penting yang perlu dimiliki oleh seseorang dalam mencapai tujuan yang sudah dicanangkan. Tiga hal itu adalah KNOWLEDGE, SKILL, ATTITUDE. Knowledge menyangkut pengetahuan yang harus kita miliki tentang industri dan pengetahuan lain secara umum. Skill menyangkut keterampilan yang juga harus dimiliki, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, hingga kemampuan teknis pekerjaan bersangkutan. Sementara Attitude menyangkut sikap mental, mulai dari keberanian menanggung risiko, bertanggung jawab, pekerja keras, nekat, dan lain-lain.
Menyinggung hal di atas, kebanyakan Alumni Gontor biasanya hanya memiliki Attitude, mulai dari sikap kerja keras, pantang menyerah, dan terkadang nekat. Tapi nah ini dia yang terkadang tidak disadari, Attitude itu tidak dibekali dengan knowledge dan skill yang memadai, karena memang itu mesti dicari sendiri oleh alumni Gontor. Karena itu, sebenarnya tidak ada hak bagi alumni Gontor untuk menyombongkan diri, karena selepas dari Gontor, sebenarnya journey itu baru dimulai. Tetapi, karena --istilah Pak Badri (alm)-- orang Gontor TAHU CARA BELAJAR, biasanya mereka belajar apapun itu akan cepat bisa, ya itu tadi karena attitude yang mereka miliki. Bayangkan betapa dahsyatnya kalau Knowledge Skill Attitude ini bisa menyatu pada diri seorang alumni Gontor.
Setelah tahu apa yang harus dikerjakan, konsep ketiga adalah menyangkut daya tahan, "endurance" terhadap berbagai tantangan hidup, itulah yang disebut sebagai "sabar" dalam "man shobaro dzofiro". Sabar dalam hal ini menyangkut daya tahan seseorang dan bagaimana ia menyikapi berbagai kegagalan dan tantangannya. Orang-orang sukses selalu mengalami kegagalan. Perbedaannya dengan orang yang tidak pernah sukses adalah biasanya, orang-orang yang tidak berhasil mundur dahulu setelah beberapa kali gagal, tidak kuat daya tahan hidupnya.
Karena itulah, hari ini saya masih bersyukur, di Gontor dulu, kita diberikan makanan yang "kripik tempe", yang kita sebut "triplek", Komas yang "Yahanu-nya" bukan main, Qismul 'amn yang sok nufudz, dan berbagai ketidakadilan dan ketidakenakan di Gontor. Mungkin itu ujian terhadap daya tahan dan adaptasi terhadap lingkungan yang tidak adil terhadap kita, karena ternyata kehidupan di luar ternyata memang lebih kejam dan lebih dahsyat.
Endurance, daya tahan, karenanya wajib kita latih terus menerus. Kalau hari ini belum berhasil, kita pelajari lagi mengapa itu tidak berhasil. Seperti proses penggalian emas, mungkin kita baru menggali katakan 30m, dan belum terlihat apa-apa. Bisa jadi, emasnya itu ada di galian pada meter ke 33, jadi, don't ever menyerah!
Tetap Semangat, Stay Cool: MAN JADDA WAJADA
Sabtu, 18 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
waaah...baca postingan ini jadi ingat pelajaran mahfudzot yg kudu di takdim....:D
BalasHapusnice posting sir ;)
makasih ilmunya mas. jazakumullah
BalasHapus